• Universitas
  • Fakultas
  • PMB
  • UII-Gateway
  • Email
Jurusan Ilmu Ekonomi - Universitas Islam Indonesia
  • HOME
  • PROFIL
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Dosen dan Staf
  • PROGRAM STUDI
    • Program Sarjana
      • Welcoming Message
      • Profil Lulusan
      • Kurikulum
      • Pengembangan Diri Mahasiswa
      • Rincian Biaya
    • International Undergraduate Program
    • Program Magister
    • Program Doktor
    • Program Sarjana Terapan
  • RISET DAN PENGABDIAN
    • Pusat Pengkajian Ekonomi (PPE)
    • Jurnal Economic Journal of Emerging Markets (EJEM)
    • Buku Karya Dosen
    • Massive Open Online Courses (MOOCs)
  • KEMITRAAN DAN ALUMNI
    • Univ Mitra
    • Alumni
  • LAYANAN
    • Sikotama
    • Pusat Pengembangan
  • INFORMASI
    • Pengumuman
    • Berita
  • id
    • ar
    • en
    • id
  • Menu Menu
You are here: Home1 / Why Choose Us?2 / 20193 / March
admin
Tak Berkategori

Tantangan Fintech dalam Digital Economy

Pada hari Selasa, 12 Maret 2019 Program Studi Ilmu Ekonomi Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan kuliah umum yang bertajuk Peluang dan Tantangan Fintech di Era Digital Economy. Kuliah umum tersebut menghadirkan satu pembicara, yakni Budi Harto Saragih dari Head of Channel SME OVO. Acara pada hari ini diselenggarakan pada 10.00 WIB di Aula Utara Fakultas Ekonomi UII. Kuliah umum tersebut tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa Ilmu Ekonomi dari berbagai angkatan, tetapi juga dihadiri oleh beberapa Dosen dari Prodi Ilmu Ekonomi.

Setelah sambutan dari Sahabudin Sidiq, S.E, M.A. Acara yang kedua adalah pemaparan dari pembicara yang akan dibantu oleh Jannahar Saddam Ash Shidiqie, SEI, MEK selaku moderator pada kuliah umum hari ini. Materi pada kuliah umum ini adalah, apa itu Financial Technology? Secara singkat fintech adalah gabungan dari jasa keuangan dan teknologi.

Berbicara tentang perkembangan teknologi yang semakin canggih, dunia kini telah sampai pada era revolusi industri 4.0 yang menekankan pada pola digital ekonomi. Sebelum memasuki era ini kita sudah melewati perkembangan teknologi yang dimulai pada tahun 1784 industri 1.0, tahun 1870 industri 2.0, tahun 1969 industri 3.0. Gambaran kecil dari industri 4.0 adalah kuliah dengan pembelajaran tidak bertemu secara langsung menggunakan teknologi digital (online) dengan pengembangan infrastruktur MOOC (Massive Open Online Course), teaching industry, dan e-library.

Mengapa fintech bisa semakin maju? Hal tersebut disebabkan karena populasi masyarakat Indonesia sebesar 262 juta, setengahnya melek internet. Masyarakat yang menggunakan sosial media hampir 40%, dan dalam satu hari tanpa sadar kita telah menggunakan handphone selama delapan jam dan membuka sosial media selama dua jam. Oleh karena itu, e-commerce kita naik cukup banyak, melalui sosial media yang banyak bermunculan iklan dan iklan tersebut yang mendorong e-commerce semakin naik.

Bill Gates (1994) “Banking is necessary, Banks are not…” artinya apa? Jika kita lihat di Indonesia dengan 262 juta penduduknya yang mempunyai rekening bank hanya 40%, mengapa hal tersebut bisa terjadi? Karena akses untuk membuka rekening bank sangat susah. Bukan hanya itu, dalam peminjaman uang pun masyarakat mengalami kesusahan dalam bertransaksi dengan bank. Oleh karena itu, banyak masyarakat yang beralih melakukan peminjaman melalui fintech.

Fintech itu tidak jauh dari payment dan lending, seperti yang kita ketahui e-commerce seperti Tokopedia sekarang tidak hanya menawarkan jual beli barang saja, tetapi mereka sekarang sudah masuk dalam dunia pinjam meminjam. Kelebihan fintech dari bank dalam proses pinjam meminjam adalah dari kelengkapan data yang dimiliki, fintech dapat memiliki data yang sangat lengkap bagi calon peminjam dibandingkan dengan bank. Oleh karena itu, pada saat ini peminjaman melalui bank telah kalah dengan peminjaman melalui fintech.

Saat ini di Indonesia ada tiga lembaga yang berwenang mengatur fintech, yaitu Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo). Pemerintah Indonesia membuat peraturan mengenai fintechkarena 60% GDP Indonesia datang dari UMKM, oleh karena itu, sangat penting bagi pemerintah untuk membuat peraturan yang jelas dalam dunia fintech dan UMKM.

Tantangan bagi OVO sendiri adalah bukan dari cyber crime yang dapat terjadi pada dompet digital, melainkan money laundry yang sering terjadi apabila berkaitan dengan dompet digital dan harus kita ketahui bahwa kompetitor OVO, Gopay,  itu sendiri bukan perbankan melainkan uang tunai. (ARS/SM)

17 March 2019
https://economics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2019/05/MG_4667-compressed.jpg 1059 1887 admin https://economics.uii.ac.id/wp-content/uploads/2023/09/Redesain_Biru_IE.png admin2019-03-17 11:10:522019-05-20 11:13:29Tantangan Fintech dalam Digital Economy
Search Search

Recent Posts

  • Program Magang Bank Indonesia Malang Periode 2026
  • PLN IS HIRING INTERNSHIP
  • PARAGONCORP IS HIRING
  • Data Entry Internship – PT Amerta Indah Otsuka
  • Deloitte Advisory (HK) Limited — Project Intern

Archives

  • February 2026
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • July 2023
  • June 2023
  • May 2023
  • April 2023
  • March 2023
  • February 2023
  • December 2022
  • October 2019
  • September 2019
  • July 2019
  • April 2019
  • March 2019
  • November 2018
  • October 2018
  • September 2018
  • July 2018
  • May 2018
  • April 2018
  • March 2018
  • February 2018
  • December 2017
  • November 2017
  • October 2017
  • September 2017
  • August 2017
  • July 2017
  • May 2017
  • April 2017
  • March 2017
  • February 2017
  • January 2017
  • December 2016
  • November 2016
  • October 2016
  • September 2016
  • August 2016

Jurusan Ilmu Ekonomi
Fakultas Bisnis dan Ekonomika

Gedung Ace Partadiredja
Jl. Pawirokuat, Ring Road Utara, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta 55283, Indonesia

Telepon: +62 274 881546 ext. 2216
Faks: +62 274 882589
Email: ilmu.ekonomi[at]uii.ac.id

Jurusan Ilmu Ekonomi
Fakultas Bisnis dan Ekonomika
Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km. 14,5 Sleman, Yogyakarta 55584 Indonesia

Telephone: +62-274-898444 ext. 3267
Faks: +62 274 898444 ext. 2106
Email: [email protected]

Akreditasi Institusi Unggul. Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2022
© Hak Cipta 2023 - Universitas Islam Indonesia | Pengelolaan Situs Web | Pernyataan Sangkalan | Tampilan Lama | Konten dimutakhirkan 2 November 2023
Scroll to top Scroll to top Scroll to top