Economics Career Day 2017

Economics Career Day 2017

Acara rutin Prodi Ilmu Ekonomi untuk membekali calon wisudawan untuk menghadapi dunia kerja “Economics Career Day’ telah selesai dilaksanakan pada tanggal 17/02/2017 di Aula Utara FE UII. Acara ini diikuti oleh banyak peserta dan mereka sangat antusiat dengan materi yang diberikan saat acara berlangsung. Semoga kedepannya acara ini berjalan lebih baik lagi aamiin

 

Pelaksanaan AMI Sebagai Sarana Evaluasi

Pelaksanaan AMI Sebagai Sarana Evaluasi

Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) secara resmi menutup pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) di lingkungan Rektorat UII Periode 2016, Kamis (19/1). Acara penutupan yang berlangsung di Gedung Prof. Dr. Sardjito ini, dihadiri oleh segenap auditor serta pimpinan Direktorat dan Badan.

Disampaikan Dr. Harsoyo, pelaksanaan AMI hendaknya dapat difahami bertujuan untuk mengetahui kekurangan dan bukan mencari kesalahan. Untuk mencapai target penilaian 90 persen tentunya merupkan hal yang tidak mudah, dan mungkin sulit tercapai. “Seperti contoh ketika penilaian tentang kedisiplinan,” tuturnya.

amiuii

Dr. Harsoyo menuturkan, melalui hasil AMI kita dapat mengetahui kekurangan kita, dan selanjutnya berusaha untuk dapat memperbaikinya. Lebih lanjut ia berpesan kepada para pimpinan UII yang hadir, kerja di UII pada dasarnya tidak hanya mencari kehidupan, tetapi tempat mencari amal kebaikan. Seperti yang telah dicontohkan oleh alm. Prof. Zaini Dahlan semasa mengabdi di UII.

Lebih lanjut Dr. Harsoyo menambahkan, dari hasil AMI yang masih banyak kelemahan ini  agar menjadi cambuk sehingga ke depan dapat ditingkatkan lebih baik lagi. ”Hari ini hendaknya lebih baik dari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini. Bila tidak demikian, kita menjadi orang yang merugi.” tuturnya.

sumber : uii.ac.id

Calvin College Apresiasi Harmoni Candi Kimpulan dan Kampus UII

Calvin College Apresiasi Harmoni Candi Kimpulan dan Kampus UII

Keberadaan Candi Kimpulan di kampus terpadu UII memang selalu menyajikan sisi unik. Bangunan candi yang identik dengan peribadatan agama Hindu ternyata mampu berdiri selaras di tengah kampus yang bernuansa Islami. Terlebih candi tersebut nampak begitu terawat dan tertata dengan baik bersama bangunan di sekelilingnya. Hal inilah yang menjadi salah satu daya tarik bagi mahasiswa asing yang berkunjung ke UII. Sebagaimana tergambar dalam kunjungan mahasiswa asing dan staf pengajar dari Colven College, Amerika Serikat pada Kamis pagi (12/1). Kunjungan tersebut dimaksudkan sebagai kegiatan untuk lebih memahami tentang keragaman budaya dan eksotisme alam di Indonesia.

Sekitar 20 mahasiswa Calvin College yang tiba di Gedung Perpustakaan Moh. Hatta UII disambut oleh Direktur Humas UII, Karina Utami Dewi, S.IP., MA. Turut hadir dalam kesempatan ini, Direktur DPKA UII, Hangga Fathana, S.IP., B.Int.St., MA. Rombongan selanjutnya diajak berkeliling dan melihat-lihat perpustakaan UII sebelum memasuki museum dan Candi Kimpulan.

Karina Utami Dewi memberi penjelasan kepada para tamu tentang ihwal penemuan candi yang merupakan ketidaksengajaan. Candi tersebut ditemukan di tengah pembangunan perpustakaan UII pada tahun 2009. Karena penemuan candi, desain bangunan perpustakaan akhirnya diubah sehingga dapat mengakomodasi keberadaan candi.

calvin-studentexchange

Daniel Haryono selaku pimpinan rombongan tamu menjelaskan Candi Kimpulan dan UII merupakan salah satu destinasi yang ditunggu-tunggu bagi mahasiswa Calvin College yang tengah berkunjung ke kota Yogya. Hal ini bukan tanpa alasan sebab destinasi ini memiliki makna khusus yang dapat memberi pelajaran bagi mahasiswa yang diajaknya.

Di hadapan para mahasiswa Calvin College, ia menerangkan bahwa toleransi dan keberagaman merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya Indonesia. “Seperti kita lihat kampus Islam seperti UII dapat menghargai, melestarikan, dan merawat keberadaan Candi Hindu. Ini merupakan salah satu nilai toleransi yang patut diapresiasi”, katanya. Ia berniat dapat mengajak para mahasiswanya secara berkala mengunjungi tempat tersebut.

Kunjungan ini sendiri bukan kali pertama bagi Calvin College. Di tahun sebelumnya, kampus asal kota Michigan, Amerika Serikat itu juga telah mengirimkan para mahasiswanya untuk berkunjung ke UII. Calvin College merupakan kampus yang berdiri pada tahun 1876 dan membawa semangat reformasi protestan. Saat ini, kampus tersebut menyediakan 100 bidang studi mulai dari teknik, sains, hingga seni dan pendidikan. Terdapat lebih dari 4.000 mahasiswa dari 55 negara yang menempuh studi di kampus itu.

sumber : uii.ac.id

Pentingnya Tracer Studi dalam Mengukur Keberhasilan dan Kualitas Alumni

Pentingnya Tracer Studi dalam Mengukur Keberhasilan dan Kualitas Alumni

Kualitas sebuah perguruan tinggi dapat dinilai dari berbagai macam aspek. Salah satunya adalah dengan menilai ‘produk akhir’ dari perguruan tinggi tersebut, yaitu lulusan atau alumni. Dalam konteks itu, setiap perguruan tinggi termasuk Universitas Islam Indonesia (UII) memiliki kepentingan untuk mengetahui kualitas alumninya. Hal ini sangat relevan, karena keberhasilan para alumni UII di dalam kehidupan bermasyarakat sangat mempengaruhi reputasi UII di mata masyarakat.

Untuk mengukur keberhasilan dan kualitas alumni, Direktorat Pemasaran, Kerjasama, dan Alumni Universitas Islam Indonesia (DPKA UII) beberapa waktu lalu melakukan kegiatan tracer study dalam rangka menjaring informasi lulusan UII dua tahun ke belakang. Kegiatan tracer study bertujuan untuk mengetahui hasil dari proses pendidikan tinggi di UII dalam menempuh masa transisi dari dunia pendidikan tinggi ke dunia usaha dan industri. Hasil dari proses pendidikan tinggi di UII tersebut adalah berupa penilaian diri terhadap penguasaan kompetensi para alumni, kontribusi UII terhadap penguasaan kompetensi tersebut, serta penggalian informasi lebih lanjut kepada para alumni sebagai bahan masukan bagi perbaikan UII di masa yang akan datang.

Seperti dilaporkan oleh Kepala Divisi Penelusuran & Pemberdayaan Alumni Baziedy Aditya Darmawan SE., MM., pada Diseminasi Hasil Tracer Studi, Jum’at lalu (31/12) bertempat di Ruang Sidang Utama Lantai 4 Rektorat UII, Gedung GBPH Prabuningrat,  bahwa responden yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini mencapai 1.906 orang, didominasi oleh alumni yang Bekerja sebanyak 59,36%, Studi Lanjut 25,94%, Wirausaha 11,44% dan Tidak Bekerja 3,27%.

Sementara itu untuk kategori waktu tempuh studi, sebanyak 73% adalah alumni yang lulus tepat waktu, sisanya 27% tidak lulus tepat waktu. “Terhambatnya penyusunan tugas akhir menjadi alasan utama yang mendominasi penyebab responden tidak lulus tepat waktu. Hal ini perlu menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki proses penyusunan tugas akhir guna mempercepat proses agar meningkatkan tingkat kelulusan tepat waktu,” ungkapnya.

Kemudian dalam hal responden yang bekerja, sebanyak 20,53% dari total responden mendapatkan pekerjaan dengan masa tunggu 1 bulan, yang mana merupakan jumlah terbanyak berdasarkan masa tunggu dalam bulan. Selain itu, sebanyak 15,40% lainnya memiliki masa tunggu 0 bulan, dengan kata lain responden telah memperoleh pekerjaan sebelum masa kelulusan. Sementara responden yang menunggu selama 2 bulan dan 3 bulan masing-masing sebanyak 10,35% dan 12,39%. Total responden yang memiliki masa tunggu kurang dari sama dengan 3 bulan adalah sebanyak 58,67%.

sumber : uii.ac.id
Pemantapan Proses Bisnis dan Layanan, Menjadi Tema Pembahasan Rakorja FE UII

Pemantapan Proses Bisnis dan Layanan, Menjadi Tema Pembahasan Rakorja FE UII

Ditengah ketatnya kompetisi antara penyelenggara pendidikan tinggi, patut kita syukuri UII tetap memperoleh penilaian yang baik. Belum lama ini UII dinilai sebagai perguruan tinggi swasta dengan nilai QS Stars terbaik (tiga bintang) di Indonesia berdasarkan penilaian keseluruhan (overall rating) hingga Juni 2016 oleh lembaga pemeringkatan internasional Qucquarelli Symonds (QS) yang berbasis di London, Inggris.

Continue reading

Kuliah Perdana Mahasiswa UII

Kuliah Perdana Mahasiswa UII

Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan kuliah perdana bagi mahasiswa baru tahun akademik 2016/2017, Kamis (11/8) di Auditorium Kahar Mudzakkir. Mahasiswa baru yang hadir sebanyak 4.201, terdiri dari jenjang (Sarjana) S1 dan (Diploma 3) D3.  Ribuan mahasiswa yang mengikuti kuliah perdana merupakan mahasiswa yang terseleksi diantara 27.297 peserta tes yang ingin masuk dan mendaftar di UII.

Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc. menyampaikan di hadapan mahasiswa baru, kuliah perdana merupakan kegiatan seremoni sebagai tanda telah memasuki jenjang pendidikan tinggi.  Melalui kuliah perdana UII para mahasiswa dikenalkan dinamika dan semangat kampus UII yang terus-menerus tumbuh dan bergerak demi kepentingan dakwah Islam di seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Saudara sekalian yang hadir mengikuti kuliah perdana pada hari ini, adalah putra-putri terbaik bangsa. Di pundak saudara sekalian lah masa depan bangsa ini digantungkan,” Dr. Harsoyo menuturkan.

Belajar di UII sebagaimana disampaikan Dr. Harsoyo, adalah proses penanaman nilai, akhlak, dan pembelajaran ilmu pengetahuan untuk berproses menjadi insan yang berkontribusi di masa depan dengan mengemban misi rahmatan lil ‘alamiin. “UII berkomitmen mendidik dan mendukung mahasiswanya untuk berkembang menjadi insan yang memiliki keunggulan intelektual di bidang masing-masing disertai juga dengan kecerdasan spiritual yang tinggi,” imbuhnya.

Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc. berpesan kepada para mahasiswa baru UII untuk tidak sekedar mencari selembar sertifikat atau ijazah. Namun yang lebih penting dari itu adalah bukti nyata yang dapat mahasiswa tunjukkan dari apa yang telah dipelajari saat di bangku kuliah. “Dengan kata lain, para mahasiswa harus benar-benar menguasai ilmu yang dipelajari serta dapat mengamalkannya,” jelasnya.

Disampaikan oleh Wakil Rektor I UII, Dr-Ing. Ir. Ilya Fadjar Maharika, MA, IAI. dalam laporannya, jumlah pendaftar dan yang diterima menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan yang diselenggarakan oleh UII. Hal ini juga menunjukkan bahwa proses seleksi mahasiswa baru di UII saat ini semakin kompetitif. Menurut Dr-Ing. Ilya Fadjar Maharika dengan ketatnya seleksi yang diselenggarakan, diharapkan kualitas pembelajaran di UII juga dapat ditingkatkan.

“Pada tahun ajaran kali ini, mahasiswa berasal dari berbagai provinsi di Indonesia dengan penyebaran yang cukup merata. Penyebaran merata tersebut dapat terlihat dari data di mana 5 dari 10 provinsi dengan jumlah mahasiswa terbanyak di UII pada tahun ini berasal dari luar Jawa,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan kuliah perdana mahasiswa baru UII Tahun Akademik 2016/2017 juga diisi dengan kuliah umum dengan menghadirkan pembicara Anies Baswedan, Ph.D. Tema materi yang disampaikan yakni “Menjadi Pembelajar Sejati dan (Calon) Pemimpin Bernurani”.

Anies Baswedan, Ph.D dalam penyampaian materinya memberikan motivasi untuk mahasiswa baru selaku generasi muda Indonesia. Mahasiswa baru nantinya akan menjadi pemimpin-pemimpin Indonesia di masa yang akan datang. “Anak Muda! You have more tomorrow than yesterday” tuturnya.  Anies Baswedan, Ph.D berharap kepada generasi muda Indonesia dapat memiliki semangat yang tinggi untuk terus belajar supaya dapat berkontribusi bagi kemajuan Indonesia di masa yang akan datang.

Fun Bike UII 2016 Berlangsung Semarak

Fun Bike UII 2016 Berlangsung Semarak

Penyelenggaraan UII Fun Bike 2016 berlangsung sukses dan semarak pada Ahad 7 Agustus 2016. Kurang lebih sebanyak sebelas ribu peserta berbondong-bondong datang dari berbagai daerah di wilayah DI.Yogyakarta dan Jawa Tengah untuk turut serta dalam acara ini. Peserta fun bike dilepas oleh Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti dari garis start di kampus UII Jl. Cikditiro No.1 Yogyakarta pada pukul 6.30 Wib.

Peserta UII Fun Bike 2016 menempuh rute sejauh 13 Km. Menyusuri jalan-jalan di Yogyakarta seperti Jl. Cik Ditiro, Jl. P. Diponegoro, Jl. Kyai Mojo, Jl. HOS Cokroaminoto, Jl. Bugisan, Jl. Mayjen Sutoyo, Jl. Taman Siswa Jl. Kusumanegara dan finish di Stadion Mandala Krida.

Continue reading