Kuliah Perdana UII, Gerbang Pertama Menjadi Insan Ulil Albab

Kuliah Perdana UII, Gerbang Pertama Menjadi Insan Ulil Albab

kuliah perdana uii

Tidak seperti hari-hari biasa, Auditorium Kahar Muzakkir, kampus terpadu UII pada Senin pagi (14/8) ramai oleh keberadaan ribuan anak muda berseragam hitam putih. Mereka tidak lain merupakan mahasiswa baru UII angkatan 2017/2018. Ribuan mahasiswa baru dari berbagai ragam jurusan tersebut datang dalam rangka mengikuti kuliah perdana UII. Bagi sivitas akademika, kuliah perdana merupakan momen istimewa penanda bahwa mereka telah memasuki gerbang perguruan tinggi sebagai mahasiswa. Menurut Rektor UII, Nandang Sutrisno, SH., LLM., M.Hum.,Ph.D, tahun ini sebanyak 4.760 orang resmi diterima sebagai mahasiswa baru UII.

“Saudara merupakan insan pilihan dan terbaik. Karena untuk masuk UII harus bersaing ketat dengan 23.518 pendaftar lainnya. Kiranya keberhasilan ini akan memotivasi untuk terus memberikan yang terbaik selama belajar di UII,” ungkap Nandang Sutrisno mengawali sambutannya. Angka ini, menurutnya, menunjukkan masih besarnya kepercayaan masyarakat kepada UII.

Khusus pada momen kuliah perdana tahun ini, tema yang diangkat adalah “Mahasiswa Penuh Prestasi, Pemimpin Masa Depan Negeri”. Menurut Rektor, tema ini sangat relevan kondisi dan tantangan yang dihadapi oleh generasi muda saat ini.

“Dalam beberapa dekade ke depan, Indonesia diprediksi menjadi salah satu kekuatan ekonomi penting dunia bersama India dan China. Ekonomi Indonesia diprediksi mampu bertengger di posisi lima di 2030 dan di posisi empat pada 2050 mendatang. Siapkah saudara menyambut era tersebut”, Tanya Rektor.

Untuk menyambut era tersebut, Indonesia perlu mempersiapkan para pemimpin dan profesional masa depan yang handal, berintegritas, berkompetensi, inovatif serta berdaya saing tinggi. Nandang Sutrisno menambahkan bahwa generasi dengan kriteria itu tidak hadir secara instan namun harus dipersiapkan dari sekarang melalui proses pendidikan.

“Saudara dapat mempersiapkannya semenjak di bangku kuliah. Saudara telah memilih tempat kuliah yang tepat karena UII memberi kesempatan yang seluas-luasnya bagi para mahasiswanya yang ingin berkembang dan berprestasi”, ujarnya.

Wakil Rektor I UII, Dr.-Ing. Ilya Fadjar Maharika, IAI melaporkan komposisi mahasiswa baru UII terdiri dari 50,29% di antaranya adalah laki-laki dan 49,71% perempuan. Dari jumlah tersebut, asal daerah mahasiswa baru UII mewakili dari seluruh provinsi di Indonesia sehingga UII ibarat miniatur Indonesia. Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Barat masih menjadi provinsi penyumbang jumlah mahasiswa baru terbanyak.

“Alhamdulillah di antara kita juga terdapat sembilan orang mahasiswa baru yang diterima melalui Program Hafiz Alquran”, tambah Ilya Maharika.

Sementara itu, materi kuliah perdana mahasiswa baru UII angkatan 2017 disampaikan Dr. Handry Satriago, selaku Chief Executive Officer, General Electric (GE) Indonesia.

Kuliah Perdana Mahasiswa UII

Kuliah Perdana Mahasiswa UII

Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan kuliah perdana bagi mahasiswa baru tahun akademik 2016/2017, Kamis (11/8) di Auditorium Kahar Mudzakkir. Mahasiswa baru yang hadir sebanyak 4.201, terdiri dari jenjang (Sarjana) S1 dan (Diploma 3) D3.  Ribuan mahasiswa yang mengikuti kuliah perdana merupakan mahasiswa yang terseleksi diantara 27.297 peserta tes yang ingin masuk dan mendaftar di UII.

Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc. menyampaikan di hadapan mahasiswa baru, kuliah perdana merupakan kegiatan seremoni sebagai tanda telah memasuki jenjang pendidikan tinggi.  Melalui kuliah perdana UII para mahasiswa dikenalkan dinamika dan semangat kampus UII yang terus-menerus tumbuh dan bergerak demi kepentingan dakwah Islam di seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Saudara sekalian yang hadir mengikuti kuliah perdana pada hari ini, adalah putra-putri terbaik bangsa. Di pundak saudara sekalian lah masa depan bangsa ini digantungkan,” Dr. Harsoyo menuturkan.

Belajar di UII sebagaimana disampaikan Dr. Harsoyo, adalah proses penanaman nilai, akhlak, dan pembelajaran ilmu pengetahuan untuk berproses menjadi insan yang berkontribusi di masa depan dengan mengemban misi rahmatan lil ‘alamiin. “UII berkomitmen mendidik dan mendukung mahasiswanya untuk berkembang menjadi insan yang memiliki keunggulan intelektual di bidang masing-masing disertai juga dengan kecerdasan spiritual yang tinggi,” imbuhnya.

Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc. berpesan kepada para mahasiswa baru UII untuk tidak sekedar mencari selembar sertifikat atau ijazah. Namun yang lebih penting dari itu adalah bukti nyata yang dapat mahasiswa tunjukkan dari apa yang telah dipelajari saat di bangku kuliah. “Dengan kata lain, para mahasiswa harus benar-benar menguasai ilmu yang dipelajari serta dapat mengamalkannya,” jelasnya.

Disampaikan oleh Wakil Rektor I UII, Dr-Ing. Ir. Ilya Fadjar Maharika, MA, IAI. dalam laporannya, jumlah pendaftar dan yang diterima menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan yang diselenggarakan oleh UII. Hal ini juga menunjukkan bahwa proses seleksi mahasiswa baru di UII saat ini semakin kompetitif. Menurut Dr-Ing. Ilya Fadjar Maharika dengan ketatnya seleksi yang diselenggarakan, diharapkan kualitas pembelajaran di UII juga dapat ditingkatkan.

“Pada tahun ajaran kali ini, mahasiswa berasal dari berbagai provinsi di Indonesia dengan penyebaran yang cukup merata. Penyebaran merata tersebut dapat terlihat dari data di mana 5 dari 10 provinsi dengan jumlah mahasiswa terbanyak di UII pada tahun ini berasal dari luar Jawa,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan kuliah perdana mahasiswa baru UII Tahun Akademik 2016/2017 juga diisi dengan kuliah umum dengan menghadirkan pembicara Anies Baswedan, Ph.D. Tema materi yang disampaikan yakni “Menjadi Pembelajar Sejati dan (Calon) Pemimpin Bernurani”.

Anies Baswedan, Ph.D dalam penyampaian materinya memberikan motivasi untuk mahasiswa baru selaku generasi muda Indonesia. Mahasiswa baru nantinya akan menjadi pemimpin-pemimpin Indonesia di masa yang akan datang. “Anak Muda! You have more tomorrow than yesterday” tuturnya.  Anies Baswedan, Ph.D berharap kepada generasi muda Indonesia dapat memiliki semangat yang tinggi untuk terus belajar supaya dapat berkontribusi bagi kemajuan Indonesia di masa yang akan datang.